Sabtu, 03 Oktober 2015

CARA UNINSTAL APLIKASI DI UBUNTU

DENGAN PERINTAH TERMINAL
  1.    Buka terminal, bisa dengan ctrl+alt+T  
  2. ketikan perintah : 
            $ sudo apt-get remove nama-aplikasi 
 
    3. Kemudian tekan ENTER, isi password root



Jumat, 16 Desember 2011

Perintah Dasar Pada LInux


Help                menampilkan keterangan bantu mengenai pemakaian perintah .
 ls                     melihat isi fle dari direktori aktif
ls –al                melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hiden
cd                    pindah direktori. Jika tanpa opsi ,berari pindah ke direktori home yang sedang login
mkdir            (make)membuat direktori
rmdir               (remove)menghapus direktori yang tidak ada isi
cp                    (copy) mengkopy file
mv                   (move)memindahkan file dari satu direktori ke direktori lain
pwd                 menanyakan nama direktori sekarang
whoami           menanyakan user apa yang sedang bekerja


Perintah sebagai administrator            
Berikut ini adalah beberapa perintah penting sebagai admin. Di ubuntu tambahkan perintah sudo di depan perintah-perintsh ini. Atau lebih dahulu berubah menjadi root sehingga prompt berubah dari lambang dollar($) menjadi  pager (#). 
NB :Berhati-hatilah saat bekerja sebagai root karena kekuasaan root yang tidak terbatas dapat menghapus data apa saja termasuk menformat partisi hardisk.

Perintah menjadi root
$ sudo su
#
  
menambah user :
# adduser nama_user

Menghapus user
# userdel nama_user




Direktori Pada Linux

Direktori linux tersusun secara hierarki. Berbeda dengan windows yang mengelompokkan berdasarkan partisi yang ada. Linux hanya memiliki satu hierarki direktori besar  yang berisi semua partisi yang ada. Susunan hierarki direktori tersebut menyerupai struktur tree( sperti pohon dengan akar di atas dan cabang di bawah ).





Berikut  susunan direktori di linux

/:     menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori  /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.

/bin:       berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls(menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).

/sbin              berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).

home:   berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.

/usr :    berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.

/opt :  berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user(hampir sama dengan /usr/sbin/.

/root :        merupakan “home” nya superuser / root / administrator.

/tmp :   singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh  ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.

/etc :     secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

/mnt :berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

/var : Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang  aktif       sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti “/etc”. Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var.

/boot :    berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika   komputer   melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off menjadi hidup/on).

Partisi Pada Linux


Untuk dapat menginstal linuc setidaknya dibutuhkan setidaknya 2 partisi yaitu :
 Parisi Root(dilambangkan dengan  / ). Partisi root digunakan untuk file system linux. Hampir sama dengan C Windows untuk system operasi Microsoft windows.

Partisi swap, dialokasikan sebagai memori tambahan ketika memori RAM tisak mencukupi ketika menjalankan program. Besarnya alokasi Partisi Swap disarankan dua kali memori RAM pada computer. Kecuali memori RAM diatas 2GB alokasi partisi root tdak harus 2 kali RAM

  Berbicara tentang partisi maka diperlukan pemahaman tentang penamaan sistem partisi dan device yang berlaku di Linux..
  Pada OS Windows dikenal sistem Drive Letter (Drive A:, Drive B:, Drive C:, dst) dimana Drive A: dialokasikan untuk disket 31/2 inchi, Drive B: dialokasikan untuk disket 5 ¼ inchi, Drive C: dialokasikan untuk partisi harddisk – jika partisi lebih dari satu, misalkan 2 maka digunakan Drive C: dan Drive D, Drive selanjutnya bisa dialokasikan untuk optical drive (CD,DVD) dan USB mass Storage (Flashdisk, harddisk eksternal, card reader).

     Pada OS Linux dikenal SDA1, SDA2, SDB1, SDB2. Penjelasaanya adalah sebagai berikut :
S   : menunjukkan SATA, pada linux terdahulu Serial ATA dan Parallel ATA dibedakan penamaannya,
Parallel ATA ditunjukkan dengan huruf Hdan Serial ditunjukkan dengan huruf S namun saat ini penamaan device dianggap SATA maka digunakanlah S baik untuk interface Parallel maupun Serial.

D : Singkatan dari Device.
A,B : A menunjukkan bahwa device tersebut adalah device internal yang ada di dalam komputer seperti Harddisk internal, sedangkan B menunjukkan device tersebut adalah device eksternal seperti harddisk eksternal dan flashdisk.

Selasa, 06 Desember 2011

Jenis Lisensi Software


 Berikut ini adalah jenis lisensi software yang beredar dimasyarakat :

Comercial software : software ini dibuat untuk kepentingan komersil sehingga untuk menggunakan software ini user harus membayar ubtuk mendapatkan ixin penggunaan dari pemegang hak cipta.
 Freeware : Software yang gratis untuk didownload dan digunakan, namun source code sotware tersebut tidak disertakan didalamnya. Kita tidak dapat memodifikasi software itu.
 Trialware : Mengijinkan user untuk menggunakan, menyalin dan menggandakan software tersebut secara bebas. Namun karena bersifat demo, software ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersilnya. Biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu, untuk melanjutkan penggunaan user harus membayar.
 Shareware :Mengijinkan pemakainya untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan tanpa harus meminta ijin pemegang hak cipta (Copyright). Berbeda dengan trial Software, lisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu masa aktif dan memiliki fitur yang lengkap. Lisensi jenis ini biasanya ditemui pada software perusahaan kecil.
 Open Source : software yang gratis untuk didownload dan  source code-nya dapat dibuka ke publik. Sehingga user bebas untuk  menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja software. 



 referensi :